Terkini

APRESIASI KETERBUKAAN KEPALA TK PGRI LEMAHJAYA, TRIBUANA MUDA DORONG KOMITMEN PERBAIKAN KUALITAS BANGUNAN SEKOLAH

BANJARNEGARA, TRIBUANAMUDA.COM — Menindaklanjuti pemberitaan mengenai pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan di TK PGRI Lemahjaya, Desa Tampingan, RT 02/RW 05, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pihak sekolah mulai menunjukkan keterbukaan dengan menerima komunikasi dan pertemuan bersama unsur masyarakat serta media.

Berdasarkan laporan hasil pelaksanaan tugas lapangan Kaperwil Tribuanamuda.com Wilayah Jawa Tengah, Slamet Wahyudi, Kepala TK PGRI Lemahjaya, Bu Eli, telah bertemu dengan pihak LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan perwakilan media Tribuana Muda, yakni Slamet Wahyudi selaku Kaperwil Jawa Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Bu Eli menyampaikan komitmen bahwa pihak sekolah akan melakukan upaya perbaikan terhadap kualitas bangunan sekolah. Komitmen ini menjadi hal positif yang patut diapresiasi, sekaligus menjadi langkah awal untuk memastikan fasilitas pendidikan dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.

Pimpinan Redaksi Apresiasi Keterbukaan Pihak Sekolah

Pimpinan Redaksi Tribuanamuda.com sekaligus Pimpinan Tribuana Muda Media Network, Nurjaman (Cknur), menyampaikan apresiasi atas sikap terbuka Kepala TK PGRI Lemahjaya yang bersedia bertemu, berkomunikasi, dan menyampaikan komitmen perbaikan kualitas bangunan sekolah.

Menurut Nurjaman, keterbukaan dalam menerima masukan merupakan langkah penting untuk membangun komunikasi yang sehat antara pihak sekolah, masyarakat, lembaga sosial kemasyarakatan, dan insan pers.

“Kami mengapresiasi keterbukaan Ibu Eli selaku Kepala TK PGRI Lemahjaya yang telah bersedia menerima komunikasi dan bertemu dengan pihak LSM GMBI serta perwakilan Tribuana Muda. Komitmen untuk memperbaiki kualitas bangunan sekolah merupakan langkah positif yang perlu kita dukung dan kawal bersama.”

Nurjaman menegaskan, pemberitaan sebelumnya bukan dimaksudkan untuk menghakimi atau menyudutkan pihak tertentu, melainkan menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi, kontrol sosial, serta sarana menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah mendorong transparansi, memastikan informasi memperoleh penjelasan yang berimbang, dan mengutamakan kepentingan masyarakat, khususnya keselamatan serta kenyamanan anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut,” tambahnya.

Komitmen Perbaikan Perlu Ditindaklanjuti Secara Nyata

Tribuana Muda berharap komitmen yang telah disampaikan Kepala TK PGRI Lemahjaya dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata, terencana, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perbaikan kualitas bangunan hendaknya memperhatikan kondisi fisik bangunan, keamanan konstruksi, kualitas material, serta kesesuaian pekerjaan dengan gambar teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Apabila diperlukan, pemeriksaan teknis sebaiknya melibatkan tenaga ahli atau pihak yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi agar setiap tindakan perbaikan didasarkan pada penilaian objektif.

Selain itu, keterbukaan dokumen kegiatan, termasuk Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar teknis, spesifikasi pekerjaan, dan laporan pertanggungjawaban sesuai mekanisme serta ketentuan yang berlaku, tetap penting untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat.

Sebagaimana informasi pada papan kegiatan yang menjadi dasar pemberitaan sebelumnya, program revitalisasi TK PGRI Lemahjaya mencantumkan nilai bantuan sebesar Rp372.731.000 dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender dan P2SP sebagai pelaksana kegiatan.

Redaksi menegaskan bahwa nilai bantuan tersebut dan keterangan awal mengenai kondisi bangunan perlu ditelaah berdasarkan dokumen resmi serta pemeriksaan yang kompeten. Komitmen perbaikan yang disampaikan pihak sekolah juga perlu dipantau perkembangannya.

Pers Mengedepankan Klarifikasi, Bukan Menghakimi

Nurjaman (Cknur) menambahkan bahwa Tribuana Muda tetap membuka ruang komunikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan kegiatan revitalisasi tersebut, termasuk Kepala Sekolah, P2SP, pengurus pembangunan, komite sekolah, koordinator kegiatan, dan instansi terkait.

Menurutnya, kritik dan pemberitaan media harus menjadi bagian dari upaya perbaikan, bukan sumber permusuhan.

“Pers harus berani menyampaikan fakta, tetapi juga wajib memberikan ruang klarifikasi. Ketika pihak yang diberitakan menunjukkan keterbukaan dan menyampaikan komitmen perbaikan, hal tersebut juga harus kami beritakan secara proporsional. Kami tidak mencari kesalahan seseorang, tetapi mendorong agar persoalan memperoleh penyelesaian yang baik,” tegas Nurjaman.

LSM, Media, dan Sekolah Diharapkan Bersinergi

Pertemuan antara Kepala TK PGRI Lemahjaya, pihak LSM GMBI, dan perwakilan Tribuana Muda diharapkan menjadi awal komunikasi yang konstruktif.

Sinergi antara lembaga sosial kemasyarakatan, media, dan pihak sekolah diperlukan agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog, keterbukaan informasi, serta langkah perbaikan yang sesuai ketentuan.

Tribuana Muda akan terus mengikuti perkembangan komitmen tersebut melalui laporan Kaperwil Jawa Tengah, Slamet Wahyudi, dengan tetap mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi pers.

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Bangunan sekolah bukan sekadar proyek fisik, melainkan fasilitas penting yang harus menjamin keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam memperoleh pendidikan.

Catatan Redaksi: Berita ini merupakan pemberitaan lanjutan berdasarkan laporan Kaperwil Tribuanamuda.com Wilayah Jawa Tengah mengenai pertemuan dengan pihak sekolah dan komitmen perbaikan kualitas bangunan yang disampaikan Kepala TK PGRI Lemahjaya. Redaksi akan melakukan pemantauan terhadap tindak lanjut komitmen tersebut. Rincian teknis perbaikan dan hasil pemeriksaan bangunan belum dinyatakan sebagai hasil verifikasi independen.

Nurjaman (Cknur)

Pimpinan Redaksi Tribuanamuda.com

Pimpinan Tribuana Muda Media Network

Slamet Wahyudi

Kaperwil Tribuanamuda.com Wilayah Jawa Tengah

Berita Terkait

Back to top button