Pemerintahan

Dugaan Kapal Bom Ikan Marak di Perairan Simeulue, Wabup Minta Panglima Laot Perkuat Pengawasan.

 

Tribuanamuda.com – Simeulue.

Dugaan maraknya aktivitas kapal yang menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan di sejumlah wilayah perairan Kabupaten Simeulue, Aceh, menjadi perhatian masyarakat.

Informasi mengenai dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak tersebut beredar di sejumlah platform media sosial. Beberapa lokasi yang disebut dalam informasi masyarakat di antaranya perairan laut Pulau Ina, Desa Lewak, Kecamatan Alafan, serta wilayah perairan Kecamatan Teupah Selatan.

Namun demikian, informasi tersebut hingga kini masih berupa laporan dan dugaan masyarakat yang perlu diverifikasi secara langsung di lapangan. Belum ada keterangan resmi yang memastikan seluruh laporan terkait dugaan aktivitas kapal bom ikan tersebut telah terbukti.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin berharap keberadaan Panglima Laot di sejumlah wilayah dapat dimaksimalkan untuk membantu melakukan pemantauan terhadap aktivitas kapal di perairan Simeulue.

“Sehubungan dengan adanya Panglima Laot di beberapa tempat, kita harapkan bisa melakukan monitoring terhadap aktivitas kapal yang diduga melakukan pemboman ikan dan tetap melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Nusar Amin Minggu (13/9/2026).

Menurut Nusar Amin, pengawasan terhadap wilayah perairan tidak dapat hanya mengandalkan satu unsur. Diperlukan keterlibatan Panglima Laot, masyarakat nelayan, pemerintah daerah serta aparat penegak hukum dalam melakukan pemantauan dan menindaklanjuti setiap informasi yang diterima.

Ia menyebut koordinasi dapat dilakukan bersama unsur TNI Angkatan Laut, Polres Simeulue hingga jajaran Polsek sesuai dengan wilayah hukum masing-masing.

Nusar Amin menegaskan, apabila dugaan penggunaan bahan peledak dalam aktivitas penangkapan ikan tersebut benar-benar terjadi, maka persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius.

Sebab, penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan berpotensi merusak ekosistem laut serta mengancam keberlangsungan sumber daya perikanan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir.

“Kalau memang ditemukan indikasi seperti itu, tentu harus segera dikoordinasikan dengan pihak berwenang agar dapat dilakukan pengecekan dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga berharap informasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti sebatas unggahan maupun kabar yang beredar di media sosial. Setiap laporan, kata dia, perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung agar dapat diketahui fakta sebenarnya.

“Masyarakat juga diharapkan dapat menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di wilayah perairan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan sendiri,” harapnya.

Lebih lanjut, Nusar Amin menilai penguatan pengawasan bersama antara Panglima Laot, masyarakat pesisir, TNI AL, Polri dan instansi terkait sangat penting untuk menjaga keamanan wilayah perairan sekaligus melindungi sumber daya perikanan di Simeulue.

Dengan pengawasan yang lebih aktif dan koordinasi yang baik, ia berharap potensi praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dapat dicegah sejak dini dan kelestarian ekosistem laut Simeulue tetap terjaga.

“Dengan pengawasan yang lebih aktif dan koordinasi yang baik, diharapkan potensi praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dapat dicegah serta kelestarian ekosistem laut Simeulue tetap terjaga,” imbuhnya.

Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga wilayah perairan dengan menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Langkah tersebut dinilai penting agar setiap dugaan dapat diverifikasi dan ditangani melalui mekanisme yang sesuai, tanpa menimbulkan tindakan sepihak yang justru dapat membahayakan masyarakat.

 

 

Kabiro semeulu

Junius fajar

Berita Terkait

Back to top button